Festival Museum Nusantara sebuah festival yang diadakan oleh situs rekanan Taman Mini Indonesia Indah, kemuseumyuk!com yang berlangsung dari bulan Desember hingga bulan Maret.
Festival ini ditujukan untuk menarik minat masyarakat Indonesia diseluruh nusantara untuk kembali mengunjungi museum-museum yang berupa miniature di taman mini Indonesia indah, Jakarta
Seperti kita ketahui bahwa museum sangat banyak menyimpan sejarah. Sebagai contoh adalah museum Indonesia
Museum Indonesia seperti yang saya dikutip dari situs panitia dengan judul Museum Indonesia , menjalankan fungsinya melalui pameran tetap dengan tiga tema :
Lantai I bertema Bhinneka Tunggal Ika, menampilkan pakaian adat dan pakaian pengantin secara lengkap yang meliputi 27 provinsi, sesuai dengan jumlah provinsi di Indonesia pada saat peresmiannya. Koleksi pakaian pengantin dan pakaian adatnya paling lengkap dan tidak dijumpai di museum lain di Indonesia, bahkan di dunia. Pameran keanekaragaman pakaian adat dan pakaian pengantin sekaligus merupakan cermin kemajemukan budaya masyarakat Indonesia, baik dilihat dari sisi agama, pakaian, kesenian, maupun adat istiadatnya.
Lantai II bertema Manusia dan Lingkungan, menampilkan benda-benda bundaya di lingkungan sekitar yang diwujudkan dalam bentuk rumah tradisional berupa rumah tinggal, rumah ibadat, dan lumbung padi. Bangunan-bangunan tersebut menyesuaikan keadaan lingkungan, misalnya rumah di dataran rendah, di atas pohon, dan di atas sungai. Selain itu juga ditampilkan ruang/bagian rumah, antara lain kamar pengantin Palembang, ruang dalam Jawa Tengah, dan ruang dapur Batak. Benda budaya dan peralatan mata pencaharian yang dipamerkan meliputi alat perikanan, alat berburu dan meramu, alat pertanian, serta upacara-upacara daur hidup (life cycle rites) yang ditampilkan dalam bentuk diorama, meliputi upacara tujuh bulan (mitoni), upacara turun tanah, upacara khitanan, upacara potong gigi (mapedes), upacara penobatan datuk, dan pelaminan Sumatera Barat yang mewakili upacara pernikahan. Nah kl Matt Khay nikah, mantabs juga untuk menyewa gedung ini
Lantai III bertema Seni dan Kriya, menampilkan hasil seni garapan dan seni ciptaan baru, antara lain aneka kain yang meliputi songket, tenun, dan batik; berbagai benda kerajinan dari bahan logam perak, kuningan, dan tembaga; seni ukir dari bahan kayu gaya Jepara, Bali, Toraja, dan Asmat. Pohon hayat-yang diilhami gunungan dalam pertunjukkan wayang sebagai pembuka, pergantian, dan penutup suatu adegan dalam pertunjukan wayang-berdiri megah setinggi delapan meter dan lebar empat meter, lambang alam semesta yang mengandung unsur udara, air, angin, tanah, dan api. Penempatan Pohon hayat di lantai III sekaligus menutup rangkain cerita atas seluruh tema pameran secara keseluruhan.
Dengan mengunjungi festival museum nusantara Indonesia ini, diharapkan kita dapat menceritakan kepada anak cucu khairuddin syach lahat, betapa banyak sumber pendidikan yang akan kita dapatkan bila mau menggali potensi museum yang ada di Taman Mini Indonesia Indah ini.
Sama halnya dengan Indonesia Java International Destination. Festival ini diadakan untuk meningkatkan kunjungan para turis manca negara ke Indonesia khususnya ke pulau jawa. Tapi saya kurang mengerti tentang java ini. Apakah program java ataukah program international destination. Yang saya tahu cuma Java Jazz Festival, lol.
Kasian juga liat si Hendra Lesmana. Bagaimana tidak, doi setiap hari update blognya. Namun apa daya, tak satupun yang terindeks oleh Google. Begitulah berita yang saya dapatkan dari doi malam ini. Melihat kenyataan ini, tubuh doi serasa dihantam badai kiamat 2012 yang tak lama lagi akan terjadi *ramalan dodolz*. Sabar ya Dra…
Seo Services siap sukseskan Festival Museum Nusantara